Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Selasa, 28 Juli 2009

PERDAGANGAN (BISNIS) TANPA MORALITAS (ETIKA) BERADA DIAMBANG KEHANCURAN

Menurut Mahatma Gandhi Salah Satu DARI 7 DOSA BESAR adalah PERDAGANGAN TANPA MORALITAS (ETIKA)

Dalam bukunya " Moral Sentiments yang mendahului Wealth of Nations, Adam Smith menjelaskan betapa mendasarnya dasar moral bagi keberhasilan sistim kita ; bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, semangat untuk berbuat baik, semangat untuk melayani dan semangat untuk memberi bantuan yang membutuhkan pertolongan kita. Apabila mengabaikan dasar moral dan membiarkan sistim ekonomi berjalan tanpa dasar moral dan tanpa pendidikan yang berkesinambungan , kita akan segera membentuk masyarakat dan bisnis yang tidak bermoral dan diambang kehancuran
CONTOH KASUS:
Seseorang yang telah bekerja 5 tahun sebagai Direktur Etika di sebuah perusahaan Kedirgantaraan yang besar. Akhirnya meletakkan jabatan sebagai protes dan meninggalkan perusahaan tersebut , walupun risikonya dia harus kehilangan mata pencaharian. Adapun alasan utama mengapa dia keluar adalah karena perusahaannya berusaha melayani Customer dengan baik dan ramah sementara karyawannya tersiksa/dibegal alias melarat dimana KP=Kemampuan Produksi dibandingkan dengan P=Produksi berjalan secara tidak seimbang. Artinya perusahaan tersebut mengutamakan hasil produksi sementara karyawannya tidak diperhatikan pendidikan dan ketrampilannya dalam bekerja, dan bila mengajukan training meningkatkan ketrampilan dianggapnya menjadi beban / cost dan bukan sebagai aset dengan kata lain perusahaan mengorbankan jangka panjang untuk keperluan jangka pendek.
Produksi adalah jangka pendek ,tetapi kemampuan untuk menghasilkan produksi adalah merupakan jangka panjang.
Dan seharusnya kemampuan untuk memproduksi yaitu pekerja dan mesin harus dipelihara dan seimbang dengan usaha meningkatkan produksi yaitu melayani customer dengan baik.
Sekarang pertanyaan bagi kita seberapa banyakkah perusahaan di negri ini melakukan seperti contoh tersebut? , dan bagaimana dengan Pilpres dan Legislatif yang lalu dapat kah dikategorikan Pemilu yang kurtang / tidak bermoral , apalagi adanya penemuan kecurangan bahkan keputusan yang berubah-ubah (KPU-MK dan MA seuanya berdiri sendiri lantas siapa yang paling benar) kemudian bila ada kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam hal ini KPU untuk mementingkan jangka pendek Jadi Presiden dan Anggota DPR dibanding jangka Panjang Akuntabilitas Negara Kita ? Apa yang harus kita tempuh? . Mari kita sama-sama memperbaiki keadaan ini dengan arif dan bijaksana " Katakan Salah Bila Salah dan Katakan Benar bila memang Benar " marikita memperbaikinya dan belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat. Hal-hal yang disenangi olah Allah dan Berkenan kepada orang tersebut adalah orang yang : 1.Rendah hati , 2.Takut Akan Allah dan 3.Mau mengakui Kesalahan
Demikianlah sedikit Sahring kami dari Grup Jatidri Centered .SEMANGAT PAGI dan Gbu

NB
Dan bila anda ingin melihat 6 Dosa lainnya menurut Mahatma Gandhi silahkan miliki baca buku Manajemen Jatidiri " Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati " ada di Gramedia Indonesia, dan langsung buka Halaman 78.

Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Juli 2009

KESOMBONGAN ADALAH TOPENG BAGI KESALAHAN DIRI SENDIRI

Kesombongan adalah topeng bagi kesalahan diri sendiri, dan salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah ( --Pepatah Yunani dan Amsal ).

Ketakutan memiliki banyak penyamaran. Kadang-kadang ia memakai pakaian seksi dan berbicara penuh gairah. Kadang-kadang ia memakai topeng marah atau rakus atau iri hati . Kadang-kadang ketakutan pura-pura menjadi kesombongan. "Saya Pintar dan Kuat ", kita berbicara kepada diri sendiri " Saya tidak pernah dibantu. Apa yang harus saya kerjakan, biasa saya kerjakan sendiri" Ini sering kita katakan apabila kita menolak bergabung dengan satu kelompok atau tidak meminta seseorang menjadi sponsor kita atau bahkan mempercayai seorang teman.
Tetapi apakah ini kesombongan atau takut berbicara?. Kesombongan menunjukkan logika yang tidak masuk akal bahwa kendati sudah menderita sekian lamanya, kita benar-benar masih merasa lebih baik dari pada mereka.Sebaliknya, rasa takut secara diam-diam menunjukkan bahwa orang lain lebih baik dari pada kita, sehingga lebih baik kita menahan dia sehingga mereka tidak pernah tahu. Upaya meraih segala macam pertolongan akan membuat kita rentan.

Tetapi tidak seorangpun akan tumbuh tanpa dukungan. Di samping kekuatan dan kesombongan, kita perlu masukan , wawasan, dan dorongan dari orang lain . Kita perlu orang yang dapat dipercaya tempat kita bersandar. Kita perlu mendengar cerita perjuangan dan keberhasilan mereka. Bila kita memaksa berjalan sendiri, biasanya hal itu bukan karena kita lebih mandiri dan percaya diri daripada orang lain melainkan disebabkan kita merasa takut bercampur baur dengan eombong.
Kita memerlukan kelompok teman sehati dan sepikiran dengan kita untuk memperoleh dukungan, dan untuk merealisasikan semua itu , saya memberikan solusi yang ada pada Buku Manajemen Jatidiri Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati. yang dilengkapi dengan Formula 433 (Kepemimpinan Pribadi) dan Formula 887 ( Kemenangan Pribadi , Sebagai gambaran dengan 7 Sasaran tersebut adalah sbb :
1, Jatidiri Kita hrus Jelas ( Siapa kita dihadapan Diri Sendiri, Keluarga, Masyarakat dan Terutama dihadapan Tuhan.
2.Punya Semangat Yang tinggi Untuk mengolah 4 Dimensi : Spiritual Capital, Social Capital, Intellectual Capital dan Physical Capital.
3.Punnya Wawasan Luas (Paradigma yang Cerdas)
4.Pengendalian Diri.( Sabar dan Menguasai Diri)
5.Dapat membaca situasi ( Preventive yang tinggi )
6.Persuasif ( Menyesuaikan dengan Situasi dan Kondisi bukan Kumaha Engke )
7.Solideritas yang tinggi ( Membantu salah satu diantara orang yang lemah sama dengan memberikan Pinjaman kepada Allah )

Milikilah Segera Buku Manajemen Jatidiri dari Gramedia Indonesia
Terima kasih Salam Jatidiri.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 27 Juni 2009

Indonesian Idol

Baca Selengkapnya...

Video Bola (Test)

Baca Selengkapnya...

Video Bola-2 (Test)

Baca Selengkapnya...

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP